Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Januari 2018

Sanggama

I Dewa Gede Bagus
"Lakukan sanggama, selayaknya Siwa bersenggama dengan Sakti dalam bilik rahasia."
Sebuah frase lirih sang guru Tantra. Menyerukan kepada muridnya, bahwa lakukanlah sanggama segera. Sebagaimana Siwa bersenggama dengan Sakti dalam bilik rahasia. Sanggama, disini merujuk pada mistisisme Tantra. Sebuah proses penyatuan esoterik antara energi maskulin dan femenim. Keintiman penyatuan tersebut digambarkan dengan sangat indah dalam persetubuhan aksara. Di mana aksara ANG menyatu dengan aksara AH menjadi satu kesatuan yang paripurna.

Sanggama selayaknya Siwa dengan Sakti merupakan sebuah metafora mistik menggambarkan kemanunggalan yang utuh. Kemanunggalan antara Sakti yang berada di simpul cakra bawah, naik bertemu dengan Siwa pada simpul cakra mahkota. Sakti diwujudkan dalam aksara ANG selayaknya api, dan energi dari panas. Siwa terwakilkan oleh aksara AH, yakni energi sejuk dan kelembutan. Keduanya bertemu dalam bilik rahasia. Diamanakah bilik itu?
Ada dalam diri. Bilik itu tidaklah jauh, dan ia ada dalam selubung diri. Bilik adalah ruang, dan ia adalah windhu sebagai sunyantara. Pada windhu dan kesunyian itulah penyatuan itu berada. Maka, lakukan sanggama itu, yakni menyatukan Sakti dengan Siwa pada windhu sunya yang rahasia. Olehnya, nikmat yang melebihi sanggama ( seks ) akan di rasakan. Mengecap nikmat itu adalah pelepasan sesungguhnya.
Tetapi, jangan dilakukan itu sebelum waktunya. Lakukan sanggama sarira dulu ( sakramen seksual). Masukilah windhu nadha dalam bilik perempuan. Sehingga nikmat persetubuhan badan di rasa. Lakukan sanggama itu selayaknya penyatuan Siwa dan Sakti, yakni menyatukan venis dengan vagina untuk mencapai puncak kenikmatan tubuh. Tetapi, itu semua harus ditinggalkan nantinya dan nikmat itu hendaknya dilampui untuk melakukan sanggama dalam bilik rahasia diri.
#rahayu

Sumber : Facebook I Ketut Sandika 

Rabu, 22 Februari 2017

Japa Tuan

I Dewa Gede Bagus

Geguritan I Japa Tuan sebuah gambaran indah bata kata sastra yang melukiskan beragam hal penting dalam kehidupan. Ciri orang yang berilmu dan berpengetahuan adalah ia yang memiliki sikap rendah hati. Sebagaimana digambarkan I Gagak Turas kakak dari I Japa Tuan. Gagak Turas "ane negak turasin" atau yang duduk adalah berilmu. Artinya, ia yang duduk (di bawah) simbol dari kerendahan hati adalah memiliki pengetahuan sebenarnya. Duduk bisa ditafsirkan diam. Makanya jangan pernah mengira orang yang diam adalah bodoh, justru yang diam banyak ilmu atau pengetahuannya. Bahkan dalam dunia tantrisme, diam atau hening ke dalam adalah cara efektif mendownlod saripati pengetahuan rahasia. Dalam teks tutur disebutkan "sunya ingaran mawisesa" yang sunyi adalah utama.

Selanjutnya, ketika berilmu dan berpengetahuan kita hendaknya sungguh-sungguh dan terus menerus digunakan untuk mencari makna hidup. Terpenting adalah dengan ilmu pengetahuan kita bisa seimbang material spiritual. Semasih brahmacari carilah ilmu itu, grhasta gunkan ilmu untuk pemenuhan duniawi. Setelah waktunya wanaprasta gunakan ilmu pengetahuan mencari kesejatian hidup, dan bhiksuka gunakan ilmu pengetahuan untuk mengetahui jalan mati. Sebagaimana digambarkan I Japa Tuan "Japa ngaran mantra, Tuan ngaran tuhu". Artinya, sebaiknya pengetahuan digunakan secara sungguh-sungguh untuk mencari kesejatian hidup secara terus menerus melalui sebuah proses selayaknya mantra kehidupan.

Mencari kesejatian hidup tidak mesti harus melupakan duniawi. Justru duniawi adalah alat untuk mencapai tujuan. Hal yang ragawi adalah media untuk mencari kesejatian hidup sesungguhnya. Sangatma tidk akan dapat mencapai pembebasan sebelum ia mengambil badan sebagai kendaraan diri, meskipun nantinya ia akan usang dan tidak abadi. Hal itu digambarkan Ni Ratnaningrat istri dari I Japa Tuan. Ratna adalah perhiasan, Ningrat adalah identik dengan hal-hal duniawi, Ratnaningrat adalah hiasan duniawi. Ni Ratnaningrat akhirnya meninggal setelah menikah dengan Japa Tuan. Lantaran itu Japa Tuan bersma I Gagak Turas pergi ke surga mencari makna dari kehidupan. Artinya, hal yang duniawi tidak abadi, tetapi hal yang duniawi tangga menuju pada kelepasan.

Singkat makna tokoh dalam geguritan itu adalah mengajarkan kita, bahwa dengan kerendahan hati dan pengetahuan kita bisa memahami kesejatian hidup, tanpa harus menolak dunia.

Sumber : FB I Ketut Sandika

Senin, 29 Agustus 2016

Nothing last forever

I Dewa Gede Bagus
Para ahli memperkirakan bila sebuah kaset diputar 100 kali seth, maka kualitas suaranya akan berkurang
setelah berumur sepuluh tahun.
Rata-rata sepatu lari bisa tahan dipakai pelari di medan standar sekitar 500-800 km.
Sebatang pensil bisa dipake menulis sebuah garis sepanjang 48 km.
Kebanyakan pulpen bisa di pake untuk menggaris garis sepanjang 1200 hingga 2300 m.
Sebuah lampu pijar 100 watt akan bertahan sekitar 750 jam, dan yg 25 watt bisa tahan sekitar 2500 jam.

Pria paling panjang umur yang tercatat di Alkitab adalah Metuslah hingga 969 th.
Sedangkan menurut penelitian modern, umur maksimal manusia hanya mencapai 113 hingga 214 th.
Manusia tertua yang pernah tercatat dalam rekor Guiness World Record berusia 122 th.
Rata-rata umur manusia seperti kita yang hidup di jaman sekarang ini berkisar antara 70-80 th.
Nah sekarang pertanyaan bagi kita: "Berapa usia kita sekarang dan kira-kira berapa lama lagi sisa hidup kita di bumi ini?
Meski kita tidak pernah bisa menentukan umur hidup manusia,namun hendaknya fakta di atas memberi kita kesadaran akan betapa fananya keidupan di bumi ini.

Umur tubuh kita ada batasnya.
Hidup di bumi ini bukanlah untuk selama-lamanya.
Akan tiba waktunya ketika kita harus meninggalkan hidup kita di bumi untuk masuk ke kehidupan yang jauh lebih indah di sorga.
Namun,selagi kita hidup di dunia ini,sudahkah kita memberi arti bagi Tuhan dan sesama?
Seperi sepatu pelari yang aus karena dipakai menempuh jarak semaksimal yang bisa ditempuhnya,sudahkah kita mengijinkan Tuhan memakai kita secara maksimal sebagai perpanjangan tangan-Nya?
Ibarat bola lampu yang akan terus menyala memberi terang sampe putus kawatnya,sudahkah kita memberi dampak positif bagi sesama dan membuat hidup orang lain lebih berarti?
Kalau kita masih di beri nafas hingga hari ini,itu berarti belom terlambat untuk menjadikan hidup ini lebih berarti, minimal buat orang-orang di sekitar kita.

Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.

KUNCI UNTUK MEMBUAT HIDUP ANDA LEBIH BAIK

I Dewa Gede Bagus

Kunci membuat hidup lebih baik terdiri atas :


A. Personality,
B. Community 
C. Life

A.  PERSONALITY
1.   Jangan membandingkan hidup Anda dengan orang lain karena Anda tidak pernah tahu apa yang telah mereka lalui.
2.   Jangan berpikir negatif akan hal-hal yang berada diluar kendali Anda, melainkan salurkan energi Anda menuju kehidupan yang dijalani saat ini, secara positif
3.    Jangan bekerja terlalu keras, jangan lewati batasan Anda.
4.   Jangan memaksa diri Anda untuk selalu perfect, tidak ada satu orang pun yang sempurna.
5.    Jangan membuang waktu Anda yang berharga untuk gosip.
6.    Bermimpilah saat anda bangun (bukan saat tertidur).
7.     Iri hati membuang-buang waktu, Anda sudah memiliki semua kebutuhan Anda.
8.   Lupakan masa lalu. Jangan mengungkit kesalahan pasangan Anda di masa lalu. Hal itu akan merusak kebahagiaan Anda saat ini.
9.    Hidup terlalu singkat untuk membenci siapapun itu. Jangan membenci.
10.Berdamailah dengan masa lalu Anda agar hal tersebut tidak menganggu masa ini.
11.Tidak ada seorang pun yang bertanggung jawab atas kebahagiaan Anda kecuali Anda.
12.Sadari bahwa hidup adalah sekolah, dan Anda berada di sini sebagai pelajar. Masalah adalah bagian daripada kurikulum yang datang dan pergi seperti kelas aljabar (matematika) tetapi, pelajaran yang Anda dapat bertahan seumur hidup.
13. Senyumlah dan tertawalah.
14.Anda tidak dapat selalu menang dalam perbedaan pendapat. Belajarlah menerima kekalahan.

B.  COMMUNITY

15. Hubungi keluarga Anda sesering mungkin
16.Setiap hari berikan sesuatu yang baik kepada orang lain.
17. Ampuni setiap orang untuk segala hal
18.Habiskan waktu dengan orang-orang di atas umur 70   dan di bawah 6 tahun.
19.Coba untuk membuat paling sedikit 3 orang tersenyum setiap hari.
20. Apa yang orang lain pikirkan tentang Anda bukanlah urusan Anda.
 21.  Pekerjaan Anda tidak akan menjaga Anda di saat Anda sakit, tetapi keluarga dan teman Anda. Tetaplah berhubungan baik

C. LIFE


22.Jadikan Tuhan sebagai yang pertama dalam setiap pikiran, perkataan, dan  perbuatan Anda.
23.Tuhan menyembuhkan segala sesuatu.
24.Lakukan hal yang benar.
25.Sebaik/ seburuk apapun sebuah situasi, hal tersebut akan berubah.
26.Tidak peduli bagaimana perasaan Anda, bangun, berpakaian, dan keluarlah!.
27.Yang terbaik belumlah tiba.
28.Buang segala sesuatu yang tidak berguna, tidak indah, atau mendukakan.
29.Ketika Anda bangun di pagi hari, berterima kasihlah pada Tuhan untuk itu.
30.Jika Anda mengenal Tuhan, Anda akan selalu bersukacita. So, be happy.

Mati tdk menunnggu Tua....Mati tidak menunggu sakit...nikmati hidup....sebelum hidup tidak bisa di nikmati