Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Agustus 2016

Mahasiswa Undiknas KKN di Desa Nyalian

I Dewa Gede Bagus


Pendidikan Nasional (Undiknas) melaksanakan salah satu bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yakni Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Nyalian Kecamatan Banjarangkan Kabupaten Klungkung.Kegiatan itu berlangsung mulai Mei s.d. Agustus 2016 yang diikuti oleh kurang lebih 35 mahasiswa yang terbagi dalam dua gugus yakni Gugus Dusun Pekandelan kelas pagi, dan Gugus Dusun Tegalwangi untuk kelas sore.

Pada Sabtu, 11 Juni 2016, mahasiswa KKN Undiknas mengadakan program desa senam osteoporosis, pemeriksaan kesehatan tulang dan bakti sosial di Lapangan Desa Nyalian yang terletak di Dusun Pekandelan.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesehatan tulang dan pencegahan penyakit tulang bagi masyarakat Desa Nyalian. Acara ini dibimbing oleh Perwatusi Bali sebagai narasumber dan instruktur senam serta tim medis yang berasal dari RSU Manuaba untuk pemeriksaan kesehatan tulang.
Kegiatan ini terselanggara berkat kerja sama berbagai belah pihak yaitu Perwatusi Bali, RSU Manuaba, Pemerintah Kabupaten Klungkung, Dinas Kesehatan Klungkung, Puskesmas Banjarangkan, Pemerintah Desa Nyalian, SDN 1, SDN 2, SDN 3 Nyalian, PKK seDesa Nyalian yang turut serta dalam mengikuti kegiatan yang diadakan oleh Panitia KKN.

Acara ini berlangsung sukses karena antusias masyarakat dan siswa-siswi se-Desa Nyalian sangat besar dalam menyemarakkan acara. Terlebih lagi acara ini dihadiri langsung rombongan Wakil Bupati Klungkung serta adanya hadiah dari pihak narasumber (Perwatusi Bali) untuk 30 peserta terbaik yang mampu mengikuti gerakan instruktur. Ukuran sukses acara ini adalah jumlah peserta yang hadir melebihi ekspektasi panitia. Senam osteoporosis yang diharapkan 100 peserta, yang hadir sekitar 150 orang. Sementara untuk kegiatan pemeriksaan tulang dan bakti sosial, ekspektasi panitia adalah 30 peserta namun yang mengikuti kegiatan hingga 65 peserta yang sebagian besar lansia.

Ini  adalah program desa pertama yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN di Desa Nyalian yang mendapat pujian dari Kepala Desa Nyalian serta narasumber. Setelah kegiatan ini masih banyak program desa yang lebih menarik yang akan dilaksanakan di Desa Nyalian.

Sumber : http://undiknas.ac.id

Polres Klungkung Serahkan Sarana Kontak Kepada Pecalang Uma Anyar Desa Nyalian

I Dewa Gede Bagus
Untuk menciptakan keamanan dan ketertiban di masyarakat Kabupaten Klungkung. Personil Polres Klungkung rajin berkomunikasi dengan masyarakat Kabupaten Klungkung. Bahkan Kapolres Klungkung AKBP FX. Arendra Wahyudi SiK beserta staf aktif melakukan patroli keliling Desa dengan gowes dan sambang Desanya. Hal ini, agar masyarakat Klungkung merasa aman dan nyaman serta ikut berpartisipasi dalam menjagakamtibmas diwilayahnya masing-masing.
 


Demikian dikatakan Kapolres Klungkung AKBP FX. Arendra Wahyudi SiK, didampingi Waka Polres Klungkung Kompol. AA. Gede Mudita SH, Kabag Ren, Para Kasat dan Kapolsek Banjarangkan AKP I Made Sudanta SH menyerahkan sarana kontak kepada Pecalang Kamtibmas, Banjar Uma Anyar, Desa Nyalian, bertempat di Banjar Uma Anyar, Sabtu, 26/9.

Kegunaan sarana kontak tersebut sebagai alat utk berkomunikasi secara langsung degan masyarakat sekaligus mendekatkan diri degan masyarakat agar terjalin rasa kebersamaan dan kekeluargaan antara Polri dengan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut Kapolres Juga mengatakan bahwa jangan pernah meninggalkan komunikasi dengan masyarakat, karena tampa dukungan masyarakat situasi kamtibmas aman dan kondusip sulit terwujud, jadi untuk mewujudkan semua itu Personil Polri harus selalu menjalin komunikasi dengan masyarakat, karena partisipasi masyarakat kunci utama terciptanya keamanan.
Sementara itu Bendesa Adat Uma Anyar I Wayan Regeg menyampaikan terima kasih kepada Polres Klungkung atas pemberian ini sarana kontak ini, tentunya pemberian ini sangat bermampaat bagi keperluan para Pecalang dikala melaksanakan tugas, apa lagi dalam waktu dekat ini Krama Banjar Uma Anyar akan melaksanakan karya besar seperti mamungkah, caru manca sanak, Ngenteg Linggih, pedudusan agung ring Pura Puseh Banjar Anyar.
Sarana Kontak yang diserahkan Kapolres kepada para Pecalang Kamtibmas Banjar Uma Anyar Desa Nyalian berupa 10 lembar baju kaos Pecalang, 5 Senter Kelip Lalu Lintas dan 3 senter biasa.
Selain Bendesaa adat Uma Anyar hadir pula pada Kesempatan tersebut Kepala Desa Nyalian Ida Bagus Alit Negara, Tokoh Masyarakat. Tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat Banjar Uma Anyar.

Sumber : http://polresklungkung.com

Rabu, 04 Juni 2008

Telkomsel Bongkar Tower di Nyalian

I Dewa Gede Bagus
* Ketua Tim Yustisi Kontak Gubernur

Janji pihak Telkomsel membongkar towernya di Br. Griya, Desa Nyalian, Banjarangkan, akhirnya ditepati Jumat (20/10) kemarin. Satu per satu peralatan penting yang berada atau melekat di tower diturunkan. Bahkan terkait pembongakaran Tim Yustisi yang juga ikut turun mengerahkan 4 regu anggota Satpol PP untuk mengawasi dan ikut membantu.
Pembongkaran tower yang berdiri di tanah pelaba Pura Penataran Sri Srengge tersebut berjalan mulus. Pembongkaran yang dimulai pukul 09.00 wita itu langsung disaksikan Ketua Tim Yustisi, Ngakan Putu Gde Bawa, bersama anggota. Tak ketinggalan aparat pemerintah seperti Camat, Kepala Desa dan Kadus turut mengawasi pembongaran tower tersebut.
Pembongkaran tower diawali dengan acara penandatanganan berita acara pengembalian barang bukti berupa kunci pintu pagar serta sebuah aki generator yang disita. Selanjutnya dilakukan dengan acara membuka gembok segel dan merobek surat peringatan. Menariknya, Ketua Tim Yustisi sempat menghubungi dan melapor langsung pembongkaran tower oleh Telkomsel itu ke Dewa Made Berata selaku Ketua Umum Mahagotra Tirta Harum yang juga Gubernur Bali.
Sementara Kades Nyalian, IB Alit Negara, di sela-sela pembongkaran berharap agar pihak Telkomsel tidak kapok membangun tower di Desa Nyalian. Pihaknya secara diplomatis mengaku siap mencarikan tempat dan itu pun harus disesuaikan dengan aturan yang ada.
Lalu terkait dengan kontribusi ke penyanding dan desa yang sudah diberikan pihak Telkomsel, Alit Negara mengaku belum tahu kalau ada dari penyanding dan pihak desa adat yang mengembalikan. ‘’Yang jelas, dari Dinas Kantor Desa belum menerima kontribusi yang dimaksud,’’ tandasnya.
Sementara dari pihak Telkomsel, Faozi, menyatakan kalau pihaknya menerjunkan 16 orang teknisi untuk membongkar tower tersebut. Pihaknya yakin dengan jumlah teknisi sebanyak itu proses pembongkaran dapat selesai dilakukan pada 2 November nanti. (wia) (Denpost)

Senin, 02 Juni 2008

Universitas Ngurah Rai Gelar KAT di Desa Nyalian

I Dewa Gede Bagus
Mengejewantahkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Universitas Ngurah Rai menggelar Kuliah Aplikasi Terpadu (KAT) di Desa Nyalian, Banjarangkan, Klungkung. KAT tahun ketiga itu melibatkan unsur Yayasan Jagadhita, rektorat, dosen dan pegawai 68 orang, mahasiswa 210 orang, dibantu 18 anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Ngurah Rai. KAT yang berlangsung sejak Kamis (21/2) dan berakhir Minggu (24/2) besok, dibuka Bupati Klungkung Wayan Candra, Jumat (22/2) kemarin, didampingi Rektor Universitas Ngurah Rai Prof. Tjok. Gede Atmaja bersama jajaran, unsur Muspika Banjarangkan, aparat desa dan prajuru adat setempat.
Acara pembukaan diisi dialog mahasiswa dengan Bupati Candra dan masyarakat menyangkut persoalan yang dihadapi masyarakat, di antaranya pengentasan buta aksara, anak putus sekolah, pengurusan akta pernikahan dan lainnya. Usai dialog, dilanjutkan penanaman pohon sebagai simbolis kegiatan penghijauan.
Ketua Panitia KAT yang juga Pembantu Rektor (PR) III A.A. Ngurah Alit Suteja, S.H., M.H. didampingi PR I Ketut Witarka Yudita, M.T. menyebutkan, KAT bisa dikatakan lebih dari KKN yang selama ini dilakukan. Jika KKN hanya mengejewantahkan satu isi Tri Dharma Perguruan Tinggi (TDPT) yakni pengabdian pada masyarakat, maka KAT, TDPT bisa dilaksanakan sekaligus.
Di bidang pengabdian sosial, digelar bakti sosial berupa penghijauan, penanaman pohon kemiri di sekitar setra dan cempaka. Pengobatan gratis serta pertandingan persahabatan voli, sepak bola sebagai sarana komunikasi bersama masyarakat dan sekaa teruna.
Bidang akademis, digelar penyuluhan pejabat/pemuka masyarakat tentang pemerintahan dan penyuluhan pilkada. Bidang penelitian, peserta KAT diwajibkan melakukan penelitian sesuai bidang/fakultas yang menghasilkan enam buah penelitian (3 buah di Fakultas Hukum, Fisipol, Teknik dan Ekonomi masing-masing 1 buah).
Intinya, KAT merupakan kesempatan mahasiswa menerapkan teori saat kuliah, termasuk saat pembekalan dari pakar-pakar, kepada masyarakat. Termasuk menguji kemampuan menggali dan mengembangkan potensi desa. Nyalian kan punya perajin patung, uletan. Tetapi jumlahnya masih sedikit. Itulah yang dikembangkan, mulai bagaimana mengajarkan masyarakat tentang pemasaran, sistem kerja sama, motif dan lainnya.
''Beruntung, Bupati, muspika dan masyarakat merespons positif kegiatan kami. Karena setelah KAT kami tidak melupakan begitu saja desa tempat kegiatan kami. Tetapi akan kami jadikan desa binaan selama dua tahun, sehingga Desa Nyalian benar-benar berkembang dan maju,'' tandas Ketut Witarka. (kmb20/*) (Bali Post)