Kamis, 09 Februari 2017

SPIRITUAL BALI I


Ada sahabat saya yang bertanya, kenapa sih ilmu spiritual seperti meditasi dan sejenisnya yang datang dari luar Bali sangat banyak diminati? Memangnya di Bali tidak ada ya ilmu yang sejenis ? Pertanyaanya sangat menggugah saya untuk menuliskan sedikit hal tentang spiritual Bali, seperti meditasi dan sejenisnya.

Ilmu spiritual, seperti meditasi dst secara esensial memiliki kesamaan, yakni sama-sama berupaya mengungkap hakikat diri, mengenal diri. Siapa saya, darimana saya dan kemana saya setelah mati? Vipasana meditasi Buddhis juga sama, yakni berupaya mengenal diri mulai dari rambut, kulit, mata, hidung dst. Transendental meditasi juga memiliki maksud yang sama, dan jenis teknik meditasi yang lainnya pun sama berusaha mengenal diri hingga sampai memasuki alam bawah sadar dan akhirnya mampu mengetahui apa yang ada di balik bekerjanya pikiran, fisik dan jiwa.

Lalu bagaimana tentang spiritual Bali? Apakah meditasi, pranayama, yoga dll dikenal? Iya sangat banyak ada teks bergenre atau berjenis spiritual, seperti teks tattwa, kedyatmikan, kawisesan, dan pangiwan serta penengen. Jenis teks itu juga terbagi menjadi beberapa keputusan yang di dalamnya memuat beragam teknik esoterik tentang spiritualitas, baik metode dan penerapannya dalam sadhana laku.

Dalam teks KEPUTUSAN DASAKSARA disebutkan bahwa meditasi, yoga, pranayama dst adalah media mengenal diri. Sebab ia yang bisa mengenal dan mengetahui hakikat diri maka ia disebut pandita. Sebaliknya pandita (sang duijati) tidak mampu mengenal diri, bukan pandita namanya. Sudrapun mengetahui hakikat diri maka ia layak disebut pandita (nyan wong sudra wangsa wruh ya ri kitattwaning ri raga ika pandita pwa ya). Dengan mengenal diri, kita akan mampu mengetahui bagaimana cara kerja pikiran, tubuh fisik dan kesadaran serta hubungannya denga jiwa.

Lalu bagaimana mengenali diri? Disinilah masing-masing metode spiritual berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama. Selayaknya aliran sungai yang berbeda tetapi akan menuju pada samudra yang satu. Dalam teks KEPUTUSAN DASAKSARA, teknik mengenal diri dimulai dari mengetahui sepeluh aksara dalam organ. DASAKSARA adalah sepuluh jenis Aksara atau bijaksara yang memiliki kekuatan magis. Kesepuluh aksara ini adalah pasword untuk menghidupkan cakra dan kundalini dalam diri. Sebab cakra (simpul saraf) akan dapat berputar dengan baik, jika organ bekerja dengan baik. DASAKSARA inilah semacam kata kunci dalam mengaktivasi seluruh cakra, baik 7 cakram mayor dan ratusan cakra minor lainnya.

(Besambung)
*Maaf tulisan ini akan disambung ke edisi berikutnya sebab lazimnya kita sangat tidak nyaman membca status terlalu panjang 😊



Sumber : FB I Ketut Sandika






I Dewa Gede Bagus

Author & Editor

Semoga apa yang kami sajikan bermanfaat, kami mohon maaf jika ada tutur kata yang kami sajikan kurang berkenan.

1 komentar: